Monday, September 15, 2014

Pangeran Zihark Alexandro 3



Cerita sebelumnya :

Karena ulah mom, Indro yang alergi dengan perempuan terpaksa harus mengalami penderitaan karena audisi para putri yang berambisi untuk menjadi tunangannya. Apakah dia mampu bertahan melewati hari tersebut?

III. Audisi 1

(Suasana ramai di aula istana, penuh dengan putri yang berdatangan dari penjuru negeri)

????     : EHEM EHEM!!!

Seorang lelaki berbadan tegap crosspicked by mom menyatakan diri di depan kerumunan putri itu dan membuat pengumuman.

????     : Assalamualaikum putri-putri!!

Putri"    : Waalaikum salam Wr Wb!!!!~~~

????     : Para putri dari penjuru negeri, terima kasih atas kehadiran you you sekalian ke kerajaan 'ga tau ah pusing mikirin namanya' ini. Audisi untuk pemilihan tunangan pangeran Indro tidak lama lagi akan segera dimulai, tetapi sebelum itu, I mau menyampaikan I punya tugas di sini. Pertama-tama izinkan I memerkenalkan diri I dulu!

Lelaki itu memerkenalkan dirinya. Rupanya dia adalah seorang yang sangat terkenal sebagai pembawa acara di kerajaan 'ga tau ah pusing mikirin namanya'. Dia adalah seorang host yang sangat kece. Acara yang garing pun bisa dibuat jadi renyah kriuk kriuk dengan kehadiran host ternama ini. Dia adalah host *namain aja ndiri* (nan)...

host nan : Sebelum acara ini dimulai, jangan lupa untuk tujukan bukti verifikasi agar bisa mengikuti audisi ini! Ini adalah instruksi khusus dari pangeran Indro! Bukti verifikasi yang  I maksud disini adalah surat dokter ahli yang menyatakan kalau dirinya itu adalah benar-benar seorang wanita tulen!

(Para putri berbondong-bondong membawa 'surat wanita tulen' itu ke meja registrasi)

Host nan : Kemudian bagi you you yang penasaran dengan rupa dan bentuk pangeran Indro itu seperti apa,  beliau bersama mad... I mean mom, untuk audisi kali ini akan berperan sebagai pengamat, dan mereka duduk di mimbar pinggir sana (menunjuk). Lihatlah bentuk pangeran itu. Bukankah pantas audisi ini diadakan kalau hadiahnya makhluk sesempurna itu!? You see, audisi ini akan sangat meriah dan penuh pertumpahan darah! Take it seriously!!

(Terjadi hingar bingar begitu para putri menyadari keberadaan pangeran Indro di mimbar agak jauh dari kerumunan)

Putri 1  : O may gad, He's HOT!!

Putri 2  : Dia ganteng beud!!

Putri 3  : I will win this competition!!

Putri 4  : Bismillah!!

(Sementara itu, di mimbar, mom tengah sibuk menelisir calon-calon tunangan pangeran Indro yang dianggap unggul)

Mom   : Ohohohohohoho hohoho~ Bagaimana dengan pengaturan tempat duduk ini Indro? You seharusnya merasa bersyukur punya mom yang cerdas seperti ini! Dengan pengaturan duduk sebagai pengamat seperti ini, you tidak perlu khawatir kalau alergi you akan kambuh dan I bisa melihat calon mantu I dengan leluasa...

Indro   : Oh shut up you old man! I masih belum terima dengan keberadaan audisi ini! Jangan sok akrab!

Mom   : You ungrateful son! (menggeplak Indro) Sudah I bilang jangan panggil I dengan sebutan itu! (kembali menelisir para putri) You seharusnya melihat-lihat seperti I! Siapa tau you bisa menemukan wanita yang tidak membuat you gatal-gatal seperti perempuan dari kerajaan tetangga itu!

Indro   : (tertarik) (mencari-cari) Apa dia datang hari ini? I bahkan tidak tahu namanya...

Mom   : Ohohohohoho~ OF COURSE dia datang son! (Menunjuk) Itu dia... Bagaimana reaksi you melihat dia secara langsung? Apakah bulu kuduk you merinding?

(Yang ditunjuk mom adalah seorang putri cantik dengan gaun putih yang indah)

Indro    : (takjub) Bulu kuduk I normal! Ini mengherankan... (tiba-tiba teringat) DIA ITU PEREMPUAN KAN MOM!?

Mom    : OF COURSE!! You kan yang sudah bersikeras kalau para putri itu harus punya surat wanita tulen konyol itu! You ini sangat rasis, you tahu tidak!

Indro    : Oh shut up! Ini semua gara-gara you makanya I took precaution semacam ini!

Mom    : Oh, you memang pandai menyakiti hati I, tetapi sudahlah! Tidakkah you penasaran dengan putri itu!? You sekali lagi harus berterimakasih pada I, karena I sudah mencari tahu berbagai info menarik mengenai kandidat-kandidat yang menurut I patut diperhitungkan!

Indro    : Termasuk si putri tadi?

Mom    : OF COURSE! (mengeluarkan gulungan kertas dari balik gaun) I bahkan sudah membuat daftar putri unggulan di gulungan kertas ini! seeding list you know? You see, putri itu adalah seed nomor 1!

Indro    : Really? Siapa namanya?

Mom    : Her name is Tumbellina Fellipe Nartumia Peony... Atau singkatnya putri Tumpe-tumpe... you lihat saja sendiri seeding list yang sudah I buat ini!

(Mom menyodorkan gulungan kertas itu)

 Seeding List
By Mom





Seed #1
Tumbellina Fellipe Nartumia Peony (Tumpe-tumpe)
(Son tidak alergi sama dia, so jelas dia unggulan favorit I)
Skill : Yoga (<<<This is important son! It means dia lentur) , Singing , Dancing , Archery (<<<Kenapa seorang putri jago memanah, I juga bingung)
 

Seed #2
Korina Engelbert Anastasia (Korengan)
Skill : Yoga , Gossiping , Shopping


Seed #3
Lucretia Odisey Mohinder (Lodoh)
Skill : Yoga , Spying , Dirty Joke

Seed #4

Buriel Lundevis Kenneth Ruteksen (Buluketek)
Skill : Yoga , Tea drinking , Swinging

Seed #5
Birkis Naendels Lavendish (Binal) 
Skill : Yoga , Moaning (<<<I dunno what this means tapi sepertinya menarik) , touch teeth money back (<<<Lagi-lagi I tidak tahu ini, tapi sepertinya menarik)

(Indro membaca gulungan itu sampai habis)

Indro     : Ini kenapa semua seed disini menguasai yoga!?

Mom     : Ohohohohohohohohoho~~ Sudah jelas you masih terlalu polos untuk mengerti hal semacam ini! Sudahlah son! You akan bersyukur dengan pilihan I ini nantinya!

(Perhatian mom teralihkan)

Mom     : Oh look! Acaranya sudah mau mulai!

(Mereka kembali menyimak acara yang dipimpin host nan)

Host nan : This is unexpected!! Jumlah peserta audisi ini terlalu banyak! Tapi tenang saja! I sudah tahu bagaimana cara membuat jumlah ini menjadi kecil!

Sistem audisi kali ini sangat sederhana! I sudah membagi kalian menjadi delapan grup besar. Jadi dari tiap-tiap grup ini akan kita cari siapa juaranya dan nantinya juara-juara ini akan kita tandingkan lagi satu sama lain!  Simple sekali bukan? Nah, tanpa berpanjang-panjang lagi, dengarkan I mau panggilkan mereka-mereka yang termasuk dalam kelompok 1! Kita akan langsung mulai saja audisinya!

(Kemudian host nan memanggil berbagai macam nama putri)

Mom    : Oh look! Putri Tumpe-tumpe masuk ke dalam grup pertama son! Bagus sekali! Ini kesempatan kita untuk melihat sebaik apa kemampuannya!

(Tiba-tiba mom menghela nafas lega, membuat Indro heran)

Indro     : Ada apa?

Mom     : (menggeleng) Oh tidak, tidak... I hanya sempat khawatir kalau dia akan ikut audisi dan mengacaukan acara ini, tetapi untunglah I keliru...

Indro     : (heran) Dia? Dia siapa?

Mom     : Tentu saja you tidak tahu... Ini adalah cerita lama, tapi mungkin ada baiknya you tahu sekarang. Dulu sekali, sebelum mom menikah dengan dad, mom punya musuh seteru yang masih mendendam hingga saat ini. Dia adalah penyihir kegelapan yang sangat sakti. Her name is Nyi Melet.

Indro     : Nyi Melet? Ini baru pertama kali I mendengar nama itu....

Mom     : Ceritanya panjang son, mungkin suatu saat nanti akan I ceritakan. BUT tidak sekarang. Kita punya urusan yang jauh lebih penting. Lihat pertandingannya sudah akan dimulai!

(Mereka kembali menyimak audisi)

*to be continued*

No comments: