Thursday, April 28, 2016

Royal Guards - Page 7-8



Bern mengangguk. Pemahaman menjalar ke sekeliling meja.
Russel tampak shock. Sejenak dia lupa untuk menutup mulutnya yang terperangah. Ekspresi yang sama juga melekat pada Don, Karl dan Bowen.
“Tetapi dia perempuan!” ujar Don di sebelahnya. “Jauh lebih masuk akal kalau Pangeran Elric yang mewarisi tanda itu!”
“Tidak ada catatan-catatan yang menyatakan bahwa tanda itu hanya diwariskan khusus untuk laki-laki, Don,” kata Gareth pelan.
“Dan tidak ada catatan-catatan yang menyatakan bahwa tanda itu pernah diwariskan perempuan,” tukas Don.
“Perempuan yang kau maksud itu adalah putri kerajaan,” ujar Gareth, tampak geram. “Jaga sikapmu!”
Don tampaknya menyadari kelancangannya dan bergegas meminta maaf.
Bern tidak mempermasalahkannya. Pikirannya masih sibuk dipenuhi berbagai macam skenario yang kemungkinan akan terjadi untuk putra putrinya. Dia kembali gusar.
“Jadi ini artinya empat,” katanya pelan.
Para pria di hadapannya tampak bingung, dengan pengecualian Gareth.
“Empat orang yang tersisa,” lanjutnya. “Ada empat orang yang kita ketahui memiliki tanda penjaga. Paling tidak jauh lebih baik dariku yang awalnya hanya ditemani Gareth.”
“Empat?” Mirian berkata dengan nada heran. “Kita tahu Levi, Gareth dan…Remia. Siapa satu lagi?”
Bern menangkupkan wajahnya.
“Elric,”
Semuanya—kecuali Gareth—terkesiap dan tampak sangat kaget.
Pangeran?”
Russel tampak tersedak seusai mengucapkan itu.
Untuk kesekian kalinya malam ini, Bern meringis.
“Ini benar-benar mimpi buruk,” ujarnya meratap. “Tanda di tanganku berpindah ke putriku! Seorang perempuan, bayangkan! Dan belum selesai sampai disini!

Putraku—ya—putraku memiliki tanda baru di punggung tangan kirinya! Putriku sebagai pewaris dan putraku sebagai salah satu penjaga? Ini sulit dipercaya!”

“Gareth!” ucapnya pelan, menatap Gareth dalam-dalam. “Katakan padaku, apa yang harus kulakukan?”
Tidak biasanya dia berperilaku seperti ini. Biasanya Bern selalu berkepala dingin dan tidak pernah sepenuhnya bergantung pada orang lain. Tapi kali ini dia benar-benar kewalahan.
“Seperti yang seharusnya dilakukan paduka,” Gareth berkata menenangkan. “Kami akan mencarikan orang yang tersisa untuk menggantikan Don, Russel, Karl, Bowen, dan Mirian untuk menjaga putri Lili.”
Dia tampak berpikir.
“Mudah-mudahan berkumpulnya para penjaga kali ini tidak memakan waktu seperti giliran Anda, tetapi kehadiran empat penjaga di awal jelas menguntungkan—meskipun dua di antaranya masih belum siap.”
Meskipun Bern sudah menduga jawaban Gareth, dia tetap saja gelisah.
            “Dan Elric? Bagaimana dengan putraku?”
Gareth menjawab muram.
“Pangeran Elric akan menjadi salah seorang royal guard, seperti seharusnya.”
*

And that is a wrap for this prologue.
Next chapter giliran si Sven deh yang nongol.
Pace ceritanya emang masih kasar, tapi gw harap akan membaik seiring berjalannya waktu. Please give your feedbacks so I can learn :)

No comments: