Bern mengangguk.
Pemahaman menjalar ke sekeliling meja.
Russel tampak shock. Sejenak dia lupa untuk menutup
mulutnya yang terperangah. Ekspresi yang sama juga melekat pada Don, Karl dan
Bowen.
“Tetapi dia
perempuan!” ujar Don di sebelahnya. “Jauh lebih masuk akal kalau Pangeran Elric
yang mewarisi tanda itu!”
“Tidak ada
catatan-catatan yang menyatakan bahwa tanda itu hanya diwariskan khusus untuk
laki-laki, Don,” kata Gareth pelan.
“Dan tidak ada
catatan-catatan yang menyatakan bahwa tanda itu pernah diwariskan perempuan,” tukas Don.
“Perempuan yang
kau maksud itu adalah putri kerajaan,” ujar Gareth, tampak geram. “Jaga
sikapmu!”
Don tampaknya
menyadari kelancangannya dan bergegas meminta maaf.
Bern tidak
mempermasalahkannya. Pikirannya masih sibuk dipenuhi berbagai macam skenario yang
kemungkinan akan terjadi untuk putra putrinya. Dia kembali gusar.
“Jadi ini artinya empat,”
katanya pelan.
Para pria di
hadapannya tampak bingung, dengan pengecualian Gareth.
“Empat orang yang
tersisa,” lanjutnya. “Ada empat orang yang kita ketahui memiliki tanda penjaga.
Paling tidak jauh lebih baik dariku yang awalnya hanya ditemani Gareth.”
“Empat?” Mirian
berkata dengan nada heran. “Kita tahu Levi, Gareth dan…Remia. Siapa satu lagi?”
Bern menangkupkan
wajahnya.
“Elric,”
Semuanya—kecuali
Gareth—terkesiap dan tampak sangat kaget.
“Pangeran?”
Russel tampak
tersedak seusai mengucapkan itu.
Untuk kesekian
kalinya malam ini, Bern meringis.
“Ini benar-benar
mimpi buruk,” ujarnya meratap. “Tanda di tanganku berpindah ke putriku! Seorang
perempuan, bayangkan! Dan belum selesai sampai disini!
Putraku—ya—putraku memiliki tanda baru di punggung tangan kirinya! Putriku
sebagai pewaris dan putraku sebagai salah satu penjaga? Ini sulit dipercaya!”
“Gareth!” ucapnya
pelan, menatap Gareth dalam-dalam. “Katakan padaku, apa yang harus kulakukan?”
Tidak biasanya dia
berperilaku seperti ini. Biasanya Bern selalu berkepala dingin dan tidak pernah
sepenuhnya bergantung pada orang lain. Tapi kali ini dia benar-benar kewalahan.
“Seperti yang
seharusnya dilakukan paduka,” Gareth berkata menenangkan. “Kami akan mencarikan
orang yang tersisa untuk menggantikan Don, Russel, Karl, Bowen, dan Mirian
untuk menjaga putri Lili.”
Dia tampak berpikir.
“Mudah-mudahan berkumpulnya
para penjaga kali ini tidak memakan waktu seperti giliran Anda, tetapi
kehadiran empat penjaga di awal jelas menguntungkan—meskipun dua di antaranya
masih belum siap.”
Meskipun Bern
sudah menduga jawaban Gareth, dia tetap saja gelisah.
“Dan Elric? Bagaimana dengan putraku?”
“Dan Elric? Bagaimana dengan putraku?”
Gareth menjawab
muram.
“Pangeran Elric
akan menjadi salah seorang royal guard,
seperti seharusnya.”
*
And that is a wrap for this prologue.
Next chapter giliran si Sven deh yang nongol.
Pace ceritanya emang masih kasar, tapi gw harap akan membaik seiring berjalannya waktu. Please give your feedbacks so I can learn :)
No comments:
Post a Comment