Monday, April 25, 2016

Royal Guards - Page 1-2



Vierre
Pemegang Senjata

Erross
Pencakar Langit

Elrika
Penjerat Kehidupan

Anima
Penyamar

Charment
Pengguna Roh

Fluffen
Pencipta


Enam bangsa
Enam bagian
Enam segel


 Prologue
Tanda
            Rasanya sulit dipercaya kalau kurang dari enam jam yang lalu, Bern bersukacita menyambut kelahiran putrinya. Bukan berarti dia tidak bahagia sekarang, tidak, namun kebahagiaan itu tertutup oleh perasaan yang lain. Cemas, terutama karena bukan hanya putrinya yang terlibat, tetapi putranya, Elric juga sama.
            Tentu saja putrinya lahir dalam keadaan sempurna, sepuluh jari tangan dan kaki lengkap, tanpa suatu cacat apa pun. Sesungguhnya putri Lili adalah perpaduan sempurna antara ras Corain dari Bern dan ras Akrean dari Rosa. Dia mewarisi rambut merah yang sangat indah dari ayahnya serta wajah sempurna dan kulit seputih salju dari ibunya. Seorang utusan dari bangsa Elrika bahkan mengatakan bahwa putri Lili adalah bayi tercantik yang pernah dia temui. Ini merupakan sanjungan tertinggi karena bangsa Elrika memiliki definisi tersendiri mengenai kata ‘cantik’.
            Bern tidak heran ketika putrinya yang baru berumur beberapa jam itu sudah menghipnotis banyak kalangan ke dalam jari-jari mungilnya. Dia sendiri terhanyut dalam pesona putrinya itu. Putranya, Elric, berkali-kali merengek ingin melihat dan menggendong adiknya, namun pada saat itulah—ketika Elric menggelayuti kakinya—baru Bern menyadari sesuatu yang membuat dirinya seolah-olah tertampar udara dingin.
            Kini, dengan perasaan campur aduk, dia duduk di ruangan itu. Ruangan yang luas dengan lantai tertutup karpet bernuansa biru laut yang indah. Kemewahan dari ruangan ini ditegaskan dengan banyaknya lukisan-lukisan indah bernilai tinggi yang digantung di dinding. Meja bulat besar mengilap di hadapan Bern merupakan pusat ruangan, dikelilingi kursi-kursi berlapis beludru yang empuk dan nyaman. Tak kurang, sebuah lampu kristal yang artistik di atas pusat meja itu turut meneriakan kata ‘mewah’ ke dalam ruangan itu.  Namun, tak satupun dari keindahan tata ruang itu yang mampu menarik perhatian Bern lebih dari beberapa detik. Dia sangat gelisah, berulang kali menatap pintu ganda besar di seberang meja dan kursi tempatnya duduk, menunggu.
Tak sabar, Bern sudah akan beranjak dari tempatnya duduk ketika pintu ganda besar itu akhirnya terbuka. Satu per satu, dari pintu itu muncul orang-orang yang sedari tadi Bern tunggu. Enam pria berbadan tegap, dengan busana yang menegaskan bahwa mereka adalah prajurit. Cara mereka berjalan luwes dan terkesan angkuh, ciri khas dari seorang veteran pejuang. Mereka menyadari kehadiran Bern dan segera membentuk barisan kecil yang rapi, kemudian membungkuk penuh hormat. 
“Paduka,” ujar salah seorang. “Kami datang secepat mungkin.”

 

Design-nya bukan original mine, dan proporsi-nya juga agak aneh, tapi di bayangan gw, kira-kira dia begini lah. My drawing skill is limited :'(

No comments: