Friday, May 13, 2016

Royal Guards - Page 13-14

“Sudah puluhan orang kutawari pekerjaan ini dan tak satu pun dari mereka mengerti ini. Yah, beberapa dari mereka memang tidak bisa membaca.”
“Bagaimana bisa pekerjaan ini dilakukan?” tanya Sven keheranan.
“Entahlah. Kita tahu kan penyihir-penyihir memang sinting,” kata Bradley mencemooh. “Jadi, kau masih berminat?”
Meskipun ingin sekali menerima pekerjaan itu, Sven sama sekali tidak tahu harus memulai dari mana jika dia tidak bisa mengerti arti dari tugas itu. Dengan kecewa Sven memilih pekerjaan termahal berikutnya. Maka disinilah dia, menyelesaikan tugas itu, membawa utuh seekor singa gurun. Jumlah hadiahnya yang tidak sebesar tawaran pertama membuatnya murung.
Namun, Bradley membawa sebuah kabar kali ini.
“Seseorang mampu membacanya!” katanya riang, “Ini hari keberuntunganku!”
Sven segera duduk tegak dari posisi malasnya sedetik yang lalu.
“Apa!? Siapa!? Bagaimana!?”
            “Dia agak mirip kau kurasa,” kata Bradley menilai. “Tidak juga, tapi mirip.”
            Sven mengabaikan penyataan aneh ini.
            “Dia menerima pekerjaan itu kalau begitu?”
            “Tidak.”
            “Tidak?”
            “Tidak,” kata Bradley, terkekeh senang. Sven terheran-heran dengan sikap ini. Mengapa dia sesenang itu kalau pekerjaannya tidak diterima? Akan tetapi keanehan sikap Bradley tidak begitu penting. Sven mencerna informasi baru ini dengan hati-hati. Dia berusaha memilah kata-katanya. Ditaruhnya imbalan uang yang baru saja ia terima di meja hadapannya.  Sven menatap Bradley lekat-lekat.
            “Ini semua untukmu, tuan Bradley,” katanya pelan.
Bradley mengernyit.
            “Kapan dia datang kemari?” tanya Sven.
            Bradley tampak paham.
            “Ah,”
            Dia tertawa pelan, kemudian mengambil bungkusan uang di hadapannya.
            “Tadi pagi, dia bertanya, aku menjawab, kutawari pekerjaan itu. Dia bilang dia mengerti pekerjaan itu, namun menolak,”
            “dia tidak seperti ranvel pada umumnya, tidak besar, tidak seram dan kelewat rapi, makanya kubilang dia mirip kau, bukan wajahnya tentu saja,”
             “Dia menyebut dirinya, El—siapa namanya—El, Ya! Elkal! Terlalu sopan, repot-repot memerkenalkan diri, sama seperti kau juga. Agak nyentrik, maksudku, siapa yang mau memakai jubah berwarna merah mencolok?”
            Bradley mengaduk-aduk isi lacinya, kemudian menyerahkan selembar kertas.
            “Akhirnya dia mengambil pekerjaan ini, tetapi kurasa dia masih di kota. Pekerjaan ini juga sulit soalnya, membutuhkan waktu persiapan,”
            Sven mengamati kertas di tangannya. Kemungkinan orang yang dimaksud Bradley itu akan menginap di penginapan di bagian selatan kota, jika dia memang ingin berburu makhluk di deskripsi kertas itu.
            Bradley tampaknya bisa memahami arah pikiran Sven.
            “Aku tahu dia menginap di mana,” celetuknya.
            Sven kembali menatap Bradley. Dia cukup terkejut mendengar Bradley mengetahui informasi itu. Para agen biasanya tidak mau tahu menahu hal apa pun setelah ranvel menerima pekerjaannya.
            “Kenapa kau bisa tahu?” tanya Sven.
            “Cukup bahwa aku tahu,” Bradley berkilah. “Pertanyaan sebenarnya adalah apakah aku mau memberitahunya padamu atau tidak.”
            Sven sudah akan menyerang isi kantungnya lagi ketika Bradley tertawa kecil.
            “Kau sangat royal Sven,” katanya. “Ranvel tampaknya profesi yang menguntungkan bagimu. Tetapi tenanglah, aku sedang berbaik hati saat ini,”
            “Dia menginap di penginapan bernama Go’iss Par’an, di bagian selatan kota, bagian selatan ini sudah kau tebak kurasa.”
            Informasi ini membuat Sven sangat senang. Dia meminta lembaran pekerjaan tempo hari dan bergegas pergi.
            “Pesanku,” kata Bradley, ketika Sven sudah di ambang pintu untuk pergi. “Jauhi orang itu.”
*

            Bagian selatan kota Ilia tidak semakmur bagian barat dan utaranya. Rumah-rumahnya lebih kecil, jalan-jalannya lebih sempit dan tidak begitu banyak aktivitas. Bagian utara kota adalah pusat perdagangan, sementara bagian barat adalah tempat para agen ranvel. Gurun Travia yang maha luas di bagian selatan jarang dijamah, karena keberadaan bandit gurun dan makhluk-makhluk kurang menyenangkan yang biasanya adalah buruan para ranvel. Belum lagi di gurun itu terkadang kau menemukan koloni najril yang selalu meminta upeti kepada mereka yang kebetulan lewat.



1 comment:

vivi said...

Situs Taruhan Togel Online Sgp Hk Aman Dan Terpercaya
Togel SGP Online