Tuesday, October 11, 2016

Royal Guards - Page 47-48

Chapter 6
Talgeyr

Bangsa Elrika  memiliki satu ciri khas : mereka semua cantik. Sudah diketahui umum kalau bangsa tersebut hanya terdiri dari kaum perempuan. Masing-masing dari perempuan itu memiliki ciri-ciri fisik yang sama. Setiap Elrika memiliki rambut berwarna emas dengan pupil mata berwarna sama.  Keiistimewaan ini membuat Elrika selalu mencolok di tengah-tengah keramaian.
Elrika tinggal di dua hutan besar, hutan Alvina dan hutan Teresala. Nama  hutan ini konon diambil dari kakak beradik pemimpin generasi perang dua belas bangsa. Sumber lain mengatakan nama ini adalah nama seorang Elrika dan pelindungnya, Alvina sebagai Elrika dan Teresala sebagai pelindung. Ada semacam pertahanan khusus yang membuat bangsa selain Elrika tidak dapat memasuki hutan Alvina dan Teresala. Kedua hutan ini belum pernah dimasuki bangsa lain, khususnya laki-laki. Lalu bagaimana bangsa Elrika bisa berinteraksi dengan bangsa lain?
Pada usia 18 tahun, seluruh gadis Elrika menjalani ritual yang biasa dikenal dengan sebutan ‘masa transisi’. Pada masa transisi ini mereka keluar dari hutan dan berbaur dengan bangsa-bangsa lain. Tidak banyak yang diketahui apa tujuan dilakukannya transisi ini, namun satu hal yang pasti, para gadis Elrika ini selalu kembali ke hutannya dalam salah satu dari dua kondisi. Pertama, apabila mereka mengandung dan kedua, apabila mereka bersama seorang pelindung. Informasi mengenai hal ini sangat sulit dipastikan, karena selain kemustahilan memelajari gaya hidup mereka di hutan, bangsa Elrika juga sangat enggan membuka rahasia mereka.
Satu fakta menarik mengenai Elrika adalah kemampuan mereka dalam berbahasa. Mereka mampu berbahasa apa pun. Mereka juga mampu berkomunikasi dengan alam, termasuk binatang dan tumbuhan. Kemampuan ini diduga menjadi salah satu penyebab kenapa setiap Elrika adalah vegetarian. Mereka menolak untuk membunuh dan mengonsumsi binatang. Dalam perang dua belas bangsa, diketahui bangsa Elrika mampu menggunakan kemampuan ini dalam pertempuran. Mereka mampu memanipulasi para hewan dan alam ini sebagai bala bantuan.
Satu kekuatan tempur utama bangsa Elrika adalah pelindung atau dalam bahasa kuno Elrika disebut ‘talgeyr’. Talgeyr adalah para laki-laki yang memiliki hubungan misterius dengan pasangan Elrikanya. Mereka memiliki kemampuan tempur yang luar biasa. Kecepatan dan kekuatan mereka beberapa kali lipat lebih besar dari laki-laki prajurit bangsa Vierr. Mereka memakai tombak misterius yang bisa dimunculkan dan dihilangkan sesuka hati mereka. Ketika mereka terluka parah, pasangan Elrikanya memiliki kemampuan untuk menyembuhkan mereka dalam hitungan menit. Sungguh aset kekuatan tempur yang mengerikan.
Tidak banyak yang bisa diketahui mengenai keberadaan talgeyr ini. Dalam banyak versi, bisa dikatakan mereka adalah bagian dari bangsa Elrika. Namun, banyak juga sumber yang yakin bahwa mereka hanyalah penjaga, tidak lebih. Dalam beberapa catatan, diketahui warna mata para talgeyr ternyata juga berwarna emas. Diketahui pula bahwa Elrika yang memiliki seorang pelindung memiliki warna mata yang berbeda dari Elrika lain, yaitu perak. Namun, tidak banyak kesimpulan yang bisa diambil dari fakta ini.
Gerolog Tanserim, pakar enam bangsa, berpendapat bahwa talgeyr adalah salah satu manifestasi kemampuan bangsa Elrika dalam berkomunikasi dengan alam. Dia menjelaskan teorinya yang menganggap para talgeyr adalah entitas ciptaan bangsa Elrika yang dibuat dari alam, dengan cara misterius yang hanya diketahui bangsa Elrika, membandingkannya dengan para roh peliharaan bangsa Charment, hanya saja talgeyr berada dalam wujud manusia. Teori ini banyak disetujui, meskipun kemampuan talgeyr yang jauh lebih kompleks dari roh bangsa Charment, khususnya dalam hal berinteraksi dan bertindak, menimbulkan banyak tanda tanya. Talgeyr mampu bercakap-cakap dan membuat keputusan sendiri, berbeda dari roh bangsa Charment yang terikat dan patuh dengan pemiliknya.
Kemisteriusan bangsa Elrika telah mengundang rasa penasaran setiap orang, meskipun tanda-tanda bahwa rahasia mereka akan terungkap sangat minim. Satu hal yang pasti, bangsa Elrika, kendati hanya terdiri dari perempuan, tidak bisa dianggap sebagai bangsa yang lemah. Bangsa Elrika adalah salah satu bangsa yang paling disegani selain bangsa Charment dan bangsa Erross.

Bagian awal buku ‘Mengungkap Rahasia Elrika’, Erentin Lian

            Alam berbisik. Pohon-pohon melambai-lambai dan membisikan kata-kata pemberi semangat. Satu atau dua mengejek dan mencemooh, tapi tentu saja dalam bentuk tidak lebih dari candaan. Myana mengusap air matanya.

            Dia sudah melepas rindu dengan ibunya, menghabiskan waktu tiga hari di rumah pohonnya yang sederhana. Ibunya adalah wanita yang cantik dan ceria. Dia memeluk Myana berulang-ulang, mengecupnya dan tak henti-hentinya memberikan nasihat.


I'm not satisfied at all with my writing.. but this will do for now

No comments: